Malang Kota Pelajar

Malang merupakan salah satu kota yang terdapat banyak lembaga pendidikan dan berjuta pelajar

Menjadi Agen Perubahan

Namun tidak semua kalangan pelajar peduli akan keadaan sekitar dan hanya mereka yang sadar peran akan mengambil pergerakan perubahan

Himpunan Mahasiswa

Kalangan pelajar yang tersadarkan akan kebenaran berhimpun untuk menjadi sebuah kekuatan

Yakin Usaha Sampai

Bergerak dan berjuang dalam wadah kekuatan untuk merubah tatanan masyarakat dan negara berlandaskan ajaran Islam

Intelektual Movement

Setiap penyimpangan dari kebenaran akan dibenahi tanpa ada toleransi, hanya ada satu kata LAWAN!

Friday, April 29, 2011

Din Syamsuddin: Ada Pejabat Pelihara NII

Pembiaran itu sebagai bentuk komoditas politik yang sudah dilakukan sejak lama.

Jum'at, 29 April 2011, 15:49 WIB

Din Syamsuddin

VIVAnews - Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mensinyalir ada sikap pembelaan, pembiaran, bahkan pemelirahaan dari pejabat atau mantan pejabat tinggi negara terhadap gerakan Negara Islam Indonesia (NII). Indikasinya, beberapa pejabat tinggi itu sering membela NII.

"Si pejabat atau Mantan pejabat itu sering datang ke acara-acara yang diindikasikan diadakan NII. Tapi kami tidak bisa menyebut satu persatu mantan pejabat itu," kata Din Syamsuddin dalam keterangan pers di PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 29 April 2011.

Din Syamsuddin menyampaikan hal ini bersama 11 organisasi masyarakat atau lembaga Islam tingkat pusat. Lembaga-lembaga Islam itu antara lain, Dewan Dakwah Islam Indonesia dan Korps Alumni HMI.

Din melanjutkan, pembiaran itu sebagai bentuk komoditas politik yang sudah dilakukan sejak lama. Usaha-usaha politik yang membiarkan dan secara sistematis memelihara gerakan NII telah mendiskreditkan dan merusak citra politik umat Islam.

Mabes Polri mengeluhkan sulitnya memberangus gerakan Negara Islam Indonesia (NII) yang meresahkan warga. Polri juga mengaku kesulitan menjerat anggota NII dengan tuduhan melakukan tindakan makar.

"Apa terbuka mereka. (NII) Itu kan dari cerita ke cerita," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Komisaris Besar Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Kamis 28 April 2011.

Sunday, April 17, 2011

Bom Cirebon, Momen Mereformasi Intelijen

Alumni HMI mendesak pemerintah segera mengungkap jaringan pelaku teror bom.

Minggu, 17 April 2011, 06:31 WIB


Viva Yoga Mauladi

VIVAnews - Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam mengutuk keras peledakan bom di Masjid Mapolresta Cirebon. Peristiwa bom bunuh diri di masjid telah nyata-nyata sangat menodai kesucian masjid dan penghinaan terhadap agama Islam.

Viva Yoga Mauladi, Ketua Harian Pimpinan Kolektif Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam, mendesak pemerintah segera mengungkap jaringan pelakunya dan tokoh intelektual di balik teror ini dan teror bom lain termasuk teror bom buku sebelumnya.

"Pemerintah dan tokoh umat sebaiknya bersatu padu bekerja sama memperbaiki bangsa, menghilangkan prasangka negatif," kata Viva kepada VIVAnews.com di Jakarta, Sabtu 16 April 2011.

"Upaya kritik dari tokoh umat adalah vitamin bagi tubuh pemerintah agar sehat dan kuat. Jangan sampai timbul konflik akibat sekat agama," kata Viva yang juga politikus Partai Amanat Nasional itu.

Viva menyatakan, pemerintah harus mereformasi intelijen agar dapat bekerja efektif dalam melakukan tindakan pencegahan agar tidak terjadi peledakan dengan berbagai motif. Untuk itu, partisipasi masyarakat harus ditumbuhkan sebagai benteng pertahanan rakyat dalam mereduksi potensi konflik dan meredakan niat jahat para oknum yang tidak bermoral dan tidak bertanggung jawab. (art)

Monday, January 24, 2011

HMI Tuding Menpora Biarkan Kisruh PSSI-LPI

Monday, 24 January 2011 16:48 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jabotabeka Banten menilai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) membiarkan kisruh yang terjadi antara PSSI dengan Liga Primer Indonesia (LPI) terus berlanjut.

"Menpora seharusnya menyelesaikan dengan tegas dan cepat, bukan malah memperkeruh suasana," kata Ketua Umum Badko HMI Jabotabeka Banten, M. Chairul Basyar, di sela demo di Kantor Kemenpora, Jakarta, Senin (24/1).

dengan terus membiarkan PSSI sebagai induk sepak bola Indonesia berkonflik seperti yang terjadi saat ini, HMI khawatir sanksi berat dari FIFA akan benar-benar diterima PSSI. Jika sanksi benar terjadi, kata Chairul, maka rakyatlah yang akan menjadi korban akibat Menpora tidak segera menyelesaikan kasus yang diterjadi pada induk organisasi sepak bola Indonesia.

Dengan kondisi yang ada saat ini, HMI mendesak Menpora untuk segera menyelesaikan kisruh tersebut. Selain masalah sepak bola, HMI juga mengimbau kepada Menpora untuk segera menyelesaikan kasus kepemudaan seperti KNPI yang hingga saat ini masih berlarut. "Kami menilai bahwa Menpora telah gagal membina pemuda dan sepak bola Indonesia," kata orator yang penuh semangat di atas kendaraan.

Massa yang berjumlah kurang lebih 500 orang itu datang dari Jabotabek dan Banten. Mereka datang dengan membawa tiga seruan besar kepada masyarakat Indonesia dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Seruan yang tertulis pada poster ukuran besar dan dipasangkan tepat di depan Kantor Kemenpora itu meminta Menpora mundur karena dinilai telah gagal membina pemuda.

Kedua, HMI menilai menpora telah gagal membina olahraga khususnya terkait sepak bola beserta karier masa depan atlet sepak bola nasional. Ketiga, HMI menilai Menpora diindikasikan sebagai pemandu gerakan mahasiswa yang terus bermain di atas berbagai persoalan pemuda dan mahasiswa.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More